Landasan Teori
1. Media Pembelajaran
a. Pengertian Media Pembelajaran
Munadi
(2010:7) mendefinisikan media pembelajaran sebagai “segala sesuatu yang dapat
menyampaikan dan menyalurkan pesan dari sumber secara terencana sehingga
tercipta lingkungan belajar yang kondusif dimana penerimanya dapat melakukan
proses belajar secara efisien dan efektif”.
Menurut
Arsyad (2011:3) mendeskripsikan “secara lebih khusus,
pengertian media dalam proses
belajar mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis,
atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi
visual atau verbal .... Ringkasnya, media adalah alat yang menyampaikan atau
menghantarkan pesan-pesan pembelajaran”
Kustandi
& Sutjipto (2011:9) menyimpulkan “media pembelajaran adalah alat yang dapat
membantu proses belajar mengajar dan berfungsi untuk memperjelas makna pesan
yang disampaikan, sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan lebih baik
dan sempurna”.
Pembelajaran
adalah sebuah proses komunikasi antara guru, siswa dan bahan ajar. Komunikasi
tidak akan berjalan tanpa bantuan sarana penyampai pesan atau media. Pesan yang
akan dikomunikasikan merupakan isi pembelajaran yang ada dalam kurikulum yang
disajikan oleh guru kepada siswa dalam proses pembelajaran di sekolah.
Penyampaian
pesan merupakan salah satu komponen pembelajaran yang mempunyai peranan penting
dalam kegiatan belajar mengajar. Pemanfaatan media seharusnya merupakan bagian
yang harus mendapat perhatian guru dalam setiap 10 kegiatan pembelajaran. Oleh
karena itu guru perlu mempelajari bagaimana memilih serta menggunakan media
pembelajaran agar dapat mengefektifkan pencapaian tujuan pembelajaran dalam
proses belajar mengajar.
Dapat
dikatakan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan
untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat merangsang
perhatian, minat, pikiran, dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar untuk
mencapai tujuan belajar.
b. Jenis dan Karakteristik Media
Pembelajaran
Berdasarkan
perkembangannya, Arsyad (2011:29) membagi media pembelajaran dalam empat
kelompok, antara lain:
1) Media hasil
teknologi cetak, memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a) Teks dibaca secara linear, sedangkan visual diamati berdasarkan ruang.
b) Baik teks maupun visual menampilkan komunikasi satu arah dan reseptif.
c) Teks dan visual ditampilkan statis (diam).
d) Pengembangannya sangat tergantung
kepada prinsip-prinsip kebahasaan dan persepsi visual.
e) Baik teks maupun visual berorientasi (berpusat) pada siswa.
f) Informasi dapat diatur kembali atau ditata ulang oleh pemakai.
2) Media hasil
teknologi audio-visual, memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a) Mereka biasanya bersifat linear.
b) Mereka biasanya menyajikan visual yang dinamis.
c) Mereka
digunakan dengan cara yang telah ditetapkan sebelumnya oleh
perancang/pembuatnya.
d) Mereka merupakan representasi fisik dari gagasan real atau gagasan
abstrak.
e) Mereka dikembangkan menurut prinsip psikologis behaviorisme dan
kognitif.
f) Umumnya mereka berorientasi kepada guru
dengan tingkat pelibatan interaktif murid yang rendah.
3) Media hasil
teknologi yang berbasis komputer, memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a) Mereka dapat digunakan secara acak, non-sekuensial, atau secara
linear.
b) Mereka dapat digunakan berdasarkan
keinginan siswa atau berdasarkan keinginan perancang/pengembangan sebagaimana
direncanakannya.
c) Biasanya gagasan-gagasan disajikan
dalam gaya abstrak dengan kata, simbol dan grafik.
d) Prinsip-prinsip ilmu kognitif untuk mengembangkan media ini.
e) Pembelajaran dapat berorientasi siswa dan melibatkan interaktivitas
siswa yang tinggi.
4) Media hasil
gabungan teknologi cetak dan komputer. Menggabungkan beberapa bentuk media yang
dikendalikan oleh komputer, memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a) Ia dapat digunakan secara acak, sekuensial, secara linear.
b) Ia dapat
digunakan sesuai dengan keinginan siswa, bukan saja dengan cara yang
direncanakan dan diinginkan oleh perancangnya.
c) Gagasan-gagasan sering disajikan secara
realistik dalam konteks pengalaman siswa, menurut apa yang relevan dengan
siswa, dan dibawah pengendalian siswa.
d) Prinsip ilmu kognitif dan
konstruktivisme diterapkan dalam pengembangan dan penggunaan pelajaran.
e) Pembelajaran ditata dan terpusat pada
lingkup kognitif sehingga pengetahuan dikuasai jika pelajaran itu digunakan.
f) Bahan-bahan pelajaran melibatkan banyak interaktivitas siswa.
g) Bahan-bahan
pelajaran memadukan kata dan visual dari berbagai sumber.
c. Tujuan Penggunaan Media
Pembelajaran
Munadi (2010:8)
“tujuan pemanfaatan media dalam proses pembelajaran adalah untuk mengefektifkan
dan mengefisiensikan proses pembelajaran itu sendiri”.
Menurut Achsin (1986:17-18) dalam
Endonesa (Online), menyatakan bahwa tujuan penggunaan media pengajaran adalah
sebagai berikut :
(1) agar proses belajar mengajar yang
sedang berlangsung dapat berjalan dengan tepat guna dan berdaya guna, (2) untuk
mempermudah bagi guru/pendidik daiam menyampaikan informasi materi kepada anak
didik, (3) untuk mempermudah bagi anak didik dalam menyerap atau menerima serta
memahami materi yang telah disampaikan oleh guru/pendidik, (4) untuk dapat
mendorong keinginan anak didik untuk mengetahui lebih banyak dan mendalam
tentang materi atau pesan yang disampaikan oleh guru/pendidik, (5) untuk
menghindarkan salah pengertian atau salah paham antara anak didik yang satu
dengan yang lain terhadap materi atau pesan yang disampaikan oleh guru/pendidik
Media yang digunakan dalam kelas
hendaknya sesuai dengan kondisi sekolah tersebut, kriteria yang paling utama
dalam pemilihan media bahwa media harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran
atau kompetensi yang ingin dicapai.
Dari beberapa uraian di atas sudah
jelas tujuan penggunaan media dalam suatu proses pembelajaran adalah untuk
mengefektifkan proses penyampaian informasi kepada penerima (siswa), agar
didapatkan hasil belajar yang diharapkan.
d. Manfaat Penggunaan Media
Pembelajaran
Arsyad (2011:25)
mengemukakan beberapa manfaat praktis dari penggunaan media pembelajaran di
dalam proses belajar mengajar sebagai berikut: 15
1) Media
pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat
memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar.
2) Media
pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat
menimbulkan motivasi belajar, interaksi yang lebih langsung antara siswa dan
lingkungannya, dan kemungkinan siswa untuk belajar sendiri-sendiri sesuai
dengan kemampuan dan minatnya.
3) Media
pembelajaran dapat mengatasi indera, ruang, dan waktu.
a) Objek atau
benda yang terlalu besar untuk ditampilkan langsung di ruang kelas dapat
diganti dengan gambar, foto, slide, realita, film, radio, atau model.
b) Objek atau
benda yang terlalu kecil yang tidak tampak oleh indera dapat disajikan dengan
bantuan mikroskop, film, slide, atau gambar.
c) Kejadian
langka yang terjadi di masa lalu atau terjadi sekali dalam puluhan tahun dapat
ditampilkan melalui rekaman video, film, foto, slide, disamping secara verbal.
d) Objek atau
proses yang amat rumit seperti peredaran darah dapat ditampilkan secara konkret
melalui film, gambar, slide, atau simulasi komputer.
e) Kejadian atau percobaan yang dapat
membahayakan dapat disimulasikan dengan media seperti komputer, film, dan
video.
f) Peristiwa
alam seperti terjadinya letusan gunung berapi atau proses yang dalam kenyataan
memakan waktu lama seperti kepompong menjadi kupu-kupu dapat disajikan dengan
teknik-teknik rekaman seperti time-lapse untuk film, video, slide,
atau simulasi komputer.
4) Media pembelajaran dapat
memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwa-peristiwa di
lingkungan mereka, serta memungkinkan terjadinya interaksi langsung dengan
guru, masyarakat, dan lingkungannya misalnya melalui karyawisata, kunjungan ke
museum atau kebun binatang.
Menurut Caray (Online) “Fungsi media
pembelajaran untuk memudahkan para pengajar untuk menyampaikan secara tepat dan
efisien kepada siswa”.
Secara umum manfaat media
pembelajaran adalah memperlancar interaksi antara guru dengan siswa sehingga
kegiatan pembelajaran lebih efektif dan efisien. Sudrajat (Online), menyebutkan
manfaat media pembelajaran sebagai berikut:
1) Media
pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh para
peserta didik.
2) Media
pembelajaran dapat melampaui batasan ruang kelas.
3) Media
pembelajaran memungkinkan adanya interaksi langsung antara peserta didik dengan
lingkungannya.
4) Media
menghasilkan keseragaman pengamatan.
5) Media dapat
menanamkan konsep dasar yang benar, konkrit, dan realistis.
6) Media membangkitkan keinginan dan
minat baru.
7) Media
membangkitkan motivasi dan merangsang anak untuk belajar.
8) Media memberikan pengalaman yang
integral/menyeluruh dari yang konkrit sampai dengan abstrak.
e. Peran Media Pembelajaran
Peran penggunaan media sangat
berpengaruh dalam menunjang proses pembelajaran yang dilakukan di sekolah, baik
itu untuk siswa, guru, maupun dalam proses belajar mengajar itu sendiri. Arsyad
(2011:15) mengemukakan bahwa :
“Penggunaan media pembelajaran pada
tahap orientasi pembelajaran akan sangat membantu keefektifan proses
pembelajaran dan penyampaian pesan dan isi pembelajaran pada saat itu. Selain
membangkitkan motivasi dan minat siswa, media pembelajaran juga dapat membantu
siswa meningkatkan pemahaman, menyajikan data dengan menarik dan terpercaya,
memudahkan penafsiran data, dan memadatkan informasi.”

f. Klasifikasi Media Pembelajaran
A.
Taksonomi Media Pembelajaran
Proses
belajar mengajar pada hakikatnya adalah proses komunikasi, yaitu proses
penyampaian pesan dari sumber pesan, melalui saluran atau perantara tertentu,
ke penerima pesan. Di dalam proses belajar mengajar pesan tersebut berupa
materi ajar yang disampaikan oleh dosen/guru, sedang saluran atau perantara
yang digunakan untuk menyampaikan pesan/materi ajar adalah media pembelajaran
atau disebut juga sebagai media instruksional. Fungsi media pembelajaran dalam
proses belajar mengajar adalah untuk : (1) memperjelas penyajian pesan agar
tidak bersifat verbalistis, (2) mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya
indera, (3) menghilangkan sikap pasif pada subjek belajar, (4) membengkitkan
motivasi pada subjek belajar. Untuk mendapatkan gambaran yang agak rinci tentang
macam-macam media pembelajaran, perlu diadakan pembahasan seperlunya tentang
taksonomi media pembelajaran.
1.
Taksonomi menurut Rudy Bretz
Bretz (1972) mengidentifikasikan ciri utama media menjadi tiga
unsur, yaitu unsure : suara, visual, dan gerak. Media visual sendiri dibedakan
menjadi tiga, yaitu: gambar, garis, dan simbol, yang merupakan suatu bentuk
yang dapat ditangkap dengan indera penglihatan. Di samping ciri tersebut, Bretz
(1972) juga membedakan antara media siar (telecomunication) dan media rekam
(recording), sehingga terdapat delapan klasifikasi media, yaitu: (1) media
audio visual gerak, (2) media audio visual diam, (3) media visual gerak, (4)
media visual diam, (5) media semi gerak, (6) media audio, dan (7) media cetak.
Secara lengkap dapai dilihat pada skema berikut ini.
2.
Hirarki Media Menurut Duncan
Duncan
menyusun taksonomi media menurut hirarki pemanfaatannya untuk pendidikan. Dalam
hal ini hirarki disusun menurut tingkat kerumitan perangkat media. Semakin
tinggi satuan biaya, semakin umum sifat penggunaannya. Namun sebaliknya
kemudahan dan keluwesan penggunaannya,
semakin luas lingkup
sasarannya. Menurut Duncan, hirarki media seperti di bawah.
3. Taksonomi Media Menurut Briggs
Taksonomi oleh Briggs lebih mengarah kepada karakteristik
siswa, tugas instruksional, bahan dan transmisinya. Briggs mengidentifikasikan
tiga macam media yang dapat digunakan dalam proses belajar mengajar antara
lain: objek, model, suara langsung, rekaman audio, media cetak, pelajaran
terprogram, papan tulis, media transparansi, film bingkai, film rangkai, film
gerak, televisi dan gambar. Matriks taksonomi media menurut Briggs dilukiskan
seperti gambar di bawah.
4.
Taksonomi Media Menurut Gagne
Gagne membagi
media menjadi tujuh macam pengelompokan media yang dikaitkan dengan kemampuan
memenuhi fungsi menurut tingkatan hirarki belajar yang dikembangkan.
Pengelompokan tersebut antara lain meliputi: benda untuk didemonstrasikan,
komunikasi lisan, media cetak, gambar diam, gambar gerak, didemonstrasikan,
komunikasi lisan, media cetak, gambar diam, gambar gerak, filem bersuara, dan
mesin belajar. Ketujuh kelompok media tersebut kemudian dikaitkan dengan
kemampuannya memenuhi fungsi menurut tingkat hirarki belajar yang dikembangkan,
yaitu: pelontar stimulus belajar, memberi kondisi eksternal, menuntun cara
berfikir, memasuk-alihkan ilmu, menilai prestasi, dan memberi umpan balik.
5. Taksonomi Media Menurut Edling
Menurut Edling
media merupakan bagian dari unsur-unsur rangsangan belajar, yaitu dua unsur
untuk pengalaman visual meliputi kodifikasi subjek audio, dan kodifikasi objek
visual, dua unsur pengalaman belajar tiga dimensi, meliputi: pengalaman
langsung dengan orang, dan pengalaman langsung dengan benda-benda Dipandang
dari banyaknya isyarat yang diperlukan, pengalaman subjektif, objektif, dan
langsung menurut Edling merupakan suatu kontinum kesinambungan pengalaman
belajar yang dapat disejajarkan dengan kerucut pengalaman menurut Edgar Dale.
Edgar Dale mengklasifikasikan pengalaman belajar ke dalam sebuah krucut pengalaman seperti pada gambar gambar dibawah ini.
DAFTAR PUSTAKA
Arsyad, Azhar. 2011. Media Pembelajaran.
Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Endonesa. __ . Media Pembelajaran,
(Online), (http://endonesa.wordpress.com/ajaran-pembelajaran/media-pembelajaran/,
diakses 2 Mei 2010).
Kustandi, C. & Sutjipto, B. 2011.
Media Pembelajaran: Manual dan Digital. Bogor: Ghalia Indonesia.
Miarso, Yusufhadi dkk. 1986. Teknologi
Komunikasi Pendidikan. Jakarta: Rajawali.
Munadi, Yudhi. 2010. Media
Pembelajaran: Sebuah Pendekatan Baru. Jakarta: Gaung Persada (GP) Press.
Mustikasari, Ardiani. 2008. Mengenal
Media Pembelajaran, (Online),
(http://miftahul-ulum.net/?pilih=news&mod=yes&aksi=lihat&id=16,
diakses 9 Oktober 2010).
Oemar, Hamalik. 1980. Media
Pendidikan. Bandung : Alumni.
Rahadi, Aristo. 2008. Bagaimana
Memilih Media Pembelajaran, (Oline),
(http://aristorahadi.wordpress.com/2008/06/02/bagaimana-memilih-media-pembelajaran/,
diakses 9 oktober 2010).
Sudrajat, Akhmad. 2008. Media
Pembelajaran, (Online), (http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/01/12/media-pembelajaran/,
diakses 9 oktober 2010).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar